0
12 Mar

SAHABAT SEJATI
Oleh: Abdullah Zaen

Alhamdulillahi wahdah, wash shalatu was salamu ala man la nabiyya ba’dah

Rebutan klaim sobat sejati

A. “Kriiiiing….kriiiiing…kriiiing”, dering hp membuat Adi terpaksa bangun dari tidurnya. “uhh.. siapa sich pagi-pagi buta gini ganggu orang saja, mana musim dingin lagi!”, keluh si Adi sambil melihat layer hpnya. Ternyata Budi sobat karibnya. “na”am…”, jawab Adi dengan suara serak orang yang bangun tidur. “Assalamu’alaikum, dah bangunbelum? Dah masuk waktu subuh nich!”, sambung si Budi membuka pembicaraan. Sambil melihat jam siAdi menjawab, “oh ya, jazaakallah khaira, antum emang sobat sejatiku kawan…,”.

B. “Hai Di, ada film baru nich, seru bangets! Mau nonton gak”? kata si Toni kepada
si Andi teman akrabnya, saat istirahat kuliah. “wah.. boleh juga tuch, film apa
sich ? gue jadi penasaran!” jawab si Andi. “Entar aja ente liat aja sendiri,
pokoknya di jamin seru dech!,” balas si Toni bikin penasaran. “Okelah entar ane
ke kamar ente ya… ente benar-benar sobat sejatiku!,” sambil masuk lokalnya
kembali.

Dari penggalan dua cerita di atas para pelakunya mengklaim kawanya adalah “sobat sejati”, tetapi manakah yang sebenarnya bias di sebut sebagai sobat sejati? Mungkin tulisan di bawah ini bias sedikit menggambarkan seperti apakah yang disebut sobat sejati itu, dan seperti apakah sibat yang tidak sejati itu!

Sahabat merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi seorang manusia

Orang arab sering berkata, “ Al-insan madaniyyun bith thab’i”, alias: “manusia itu adalah makhluk social”. Betul, manusia dalam kehidupan sehari hari membutuhkan interaksi dengan manusia lainya. Meskipun manusia itu hidupnya jauh dari keramaian.

Berhubung dengan tabiat manusia yang demikian itu, Islam tidak menghalangi manusia untuk menyalurkan insting kemanusiaanya. Islam hanya memberikan rambu-rambu (norma-norma) agar seorang manusia itu tidak keluar dari jalur syariat saat berinteraksi dengan sesamanya.

Dalam menyampaikan norma-norma itu Islam menggunakan berbagai macam cara. Diantaranya adalah dengan cara membandingkan antara teman yang baik dengan teman yang buruk, sebagaimana sabda RasulullahShallallahu ’alaihi wa sallam :

perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk, bagaikan penjual minyak wangi dan tukan besi. Penjual minyk wangi, jika ia tidak menghadiahkan minyak wangi, maka engkau akan beli darinya, atau paling tidak engkau akan ketularan harumnya. Sedangkan tukang besi, jika bajumu tidak terbakar akibat terkena percikan api yang ada di tungku besinya, setidak-tidaknya engkau ( akan keluar keluar dari tempat kerjanya ) dalam keadaan bau asap”. ( HR. Bukhari dan Muslim, dengan redaksi Muslim dan hadits Abu Musa Al Asy’ari).

Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam menjelaskan bahwa teman yang baik akan menguntungkan kita sedikit atau banyak. Sebagaimana teman yang buruk akan merugikan kita sedikit ataupun banyak.

Tetapi siapakah teman yang baik, dan siapa pula teman yang buruk ?

Barometer Sobat Sejati

Sebagai agama yang sempurna, Islam tidak mungkin melewatkannya dari pembahasanya. Ada beberapa ayat dan hadits yang membahasnya, di antarannya firman Allah Ta’ala

Mereka saling nasehat-menasehati dalam kebenaran”. (QS. Al-‘Ashr:3)

Juga sabda Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam,

Bantulah saudaramu ketika ia berbuat zhalim atau ketika ia di zhalimi!”. Para sahabat bertanya, “ wahai Rsulullah, membantu saudara kita ketika di zhalimi sudah maklum bagi kami, tapi apa maksudnya membantu dia ketika ia berbuat zhalim ?”. Beliau menjawab, “Engkau cegah ia”. (HR. Bukhari dan Muslim, dengan redaksi Bukhari, dari hadits Anas bin Malik).

Sedikit banyaknya ayat dan hadits dan dalil-dalil yang senada sudah menggambarkan kepada kita kriteria sobat sejati itu.

Kriteria sobat sejati itu adalah:

1. Senantiasa mengajak kita kepada kebaikan dan tidak tinggal diam ketika kita
terjerumus dalam kesalahan. Jika sebaliknya, maka itu indikasi dia bukanlah sobat
sejati kita.
2. Sobat sejati bukanlah yang mengajak kita untuk menghabiskan waktu dalam hal yang
kurang bermanfaat. Sampai-sampai lupa berjama’ah di Masjid.
3. Sobat sejati bukanlah yang menjauhkan kita dari thalabul ‘ilm, dengan mengajak kita
sibuk bekerja.
4. Sobat sejati bukanlah yang mendoktrin kita untuk membangun wala’ dan baro’ (cinta
dan benci karena Allah) di luar kepentingan yayasan, ormas, partai, ras, suku, daerah,
almamater, dan lainya.
5. Sobat sejati bukanlah yang hanya diam saja dan enggan untuk mengingatkan kita saat
melihat kita terjerumus dalam suatu kesalahan, baik salah dalam hal aqidah, ibadah,
manhaj dakwah, maupun akhlak dengan dalih menjaga tali ukhuwah.
6. Sobat sejati bukanlah yang tidak malu dan canggung untuk memberikan media-media
maksiat kepada kita.
7. Sobat sejati bukanlah yang menularkan “penyakit malas” kepada kita untuk pergi ke
Masjid yang paling utama.
8. Sobat sejati bukanlah yang mencontohkan kepada kita untuk sering absent dari belajar.

Tetapi………

- Sobat sejati itu adalah; ia tidak bosan mengajak kita berlomba-lomba dalam menimba
ilmu, baik di bangku belajar maupun di halaqah para ulama.
- Sobat sejati ialah: yang senantiasa mengajak kita untuk bersemangat dalam beribadah.
- Sobat sejati adalah: yang tidak bakhil untuk nelpon atau sekedar missed call di
waktu-waktu shalat.
- Sobat sejati ialah: yang tidak segan untuk menegur kita dengan bahasa yang santun,
jika kita keliru.

Tapi, sobat sejati juga yang :

- Jika kita berpapasan denganya, maka ia bersegera mengucapkan salam, menjabat tangan
serta bermuka manis.
- Jika kita tertimpa kesusahan, maka ia menunjukkan rasa empatinya. Serta bersegera
mengulurkan bantuan.
- Jika kita sedang ada masalah, ia pengertian untuk meluangkan waktunya untuk
mendengarkan curahan isi hati kita, serta berupaya memberikan solusi yang tepat.
- Jika kita terdesak dalam kebutuhan financial, maka dengan ringan ia meminjamkan
sebagian sezeki yang ia miliki.
- Jika kita sakit, ia segera mengantar kerumah sakit, mencarikan obat, atau menyediakan
makan. Sihingga kita tidak terpaksa pindah ke kelompok lain karena teman satu
kelompok kurang peduli dengan nasib kita.
- Jika kita sedang kesulitan dalam belajar, maka ia rela meluangkan waktu untuk
membantu kita mengatasi kesulitan itu.
- Kalau kita sedang naik angkutan, ia berusaha mendahului untuk membayarnya.
- Jika ia dapat kiriman dari rumah, ia tidak pelit membaginya pada kita.
- Jika akan pidah tempat, ia segera menawarkan bantuan.
- Jika kita khilaf hingg menyakiti perasaanya, ia segera memaafkan kita. Dan tidak
dendam kepada kita.
- Jika ia berbincang, maka ia bertutur dengan kata yang sopan serta memilih kata-kata
yang manis.
- Sesekali ia berkunjung ke tempat kita, atau mengajak kita makan bersamanya. Dalam
rangka mempererat tali ukhuwah.
- Dia bukanlah tipe orang yang senantiasa ingin menunjukkan kelebihannya pada orang
lain. Dari segi apapun.
- Dia senantiasa berusaha menyesuaikan diri dengan sifat dan tabiat temanya. Selama
tidak menyalahi syari’at.


Dimanakah kita bisa menemukan sobat sejati tersebut ?

Tempat yang sangat ideal untuk menemukan sobat sejati adalah dalam halaqah-halaqah ilmu syar’i, karena tidak ada orang yang paling mulia akhlaknya kecuali orang yang mengamalkan ilmu syar’i yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam. Atau dengan cara mengujinya, sesuai atau tidak dengan kriteria-kriteria di atas.
Wallahu a’lam

Dikirim pada 12 Maret 2011 di KATA-KATA BERHARGA












Rahasia Yahudi Pintar



Artikel DR Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama.

Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada tiga

tahun di Israel karena menjalani housemanship di beberapa rumah

sakit disana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang

dapat ditarik sebagai bahan

tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"

Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang


menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas

dibenaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa Tuhan

memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan?

Atau hasil usaha sendiri?

Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk PhD-nya. Sekadar untuk


Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir 8 tahun. Karena

harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel,


setelah mengetahui sang ibu mengandung, sang ibu akan sering

menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku

matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.

Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering


membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak

dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.

Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak kamu?" Dia menjawab,


"Iya, ini untuk anak saya yang masih didalam kandungan, saya

sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius." Hal ini

membuat Stephen tertarik untuk mengikuti terus perkembangannya.

Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu


mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan. Hal lain


yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengan

dung sang ibu suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama

susu.

Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama


salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang.

Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk


perkembangan otak dan kepala ikan mengandung kimia yang tidak

baik yang dapat merusak perkembangan dan pertumbuhan otak anak

di dalam kandungan. Ini adalah adat orang-orang Yahudi ketika

mengandung.

Menjadi semacam kewajiban untuk ibu-ibu yang sedang mengandung


mengkonsumsi pil minyak ikan..

"Ketika saya diundang untuk makan malam bersama orang-orang


Yahudi, perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap

undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan

ikan (hanya isi atau fillet)."

Biasanya kalau sudah ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging


tidak ada bersama di satu meja. Menurut mereka, campuran daging

dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang adalah

suatu kemestian, terutama badam.

Uniknya, mereka akan memakan buah-buahan dahulu sebelum memakan


hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah

Yahudi Anda akan dihidangkan buah-buahan dahulu. Menurut mereka,

dengan memakan hidangan karbohidrat (nasi atau roti) dahulu

kemudian buah-buahan, ini akan menyebabkan kita merasa

mengantuk, lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan di


rumah Yahudi, jangan sekali-kali merokok. Tanpa sungkan mereka

akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka, menyuruh Anda

merokok di luar rumah.

Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan


nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan

melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa

generasi yang cacat otak (bodoh). Suatu penemuan yang dahsyat

ditemukan oleh saintis yang

mendalami bidang gen dan DNA.

Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak


Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan. Makanan awal adalah

buah-buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil

minyak ikan (code oil lever).

Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas.


Rata-rata mereka memahami tiga bahasa yaitu Hebrew, Arab, dan

Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih main piano dan biola.

Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan

memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan

anak pintar.

Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang


otak. Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.

Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak-anak Yahudi akan diajar


matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan.


Di dalam pengamatan Stephen, perbandingan anak-anak di

Calfornia, dalam tingkat IQ-nya bisa dikatakan 6 tahun

kebelakang!

"Segala pelajaran akan dengan mudah ditangkap oleh anak Yahudi.


Selain dari pelajaran tadi, olahraga menjadi kewajiban bagi

mereka. Olahraga yang diutamakan ialah memanah, menembak, dan

berlari. Menurut teman saya ini memanah dan menembak dapat

melatih otak memfokus sesuatu perkara disamping mempermudah

persiapan membela negara."

"Selanjutnya perhatian saya menuju ke sekolah tinggi (menengah)


disini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka

didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka

kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti

dengan serius. Apalagi kalau

yang diteliti itu berupa senjata, medis, dan teknik. Ide itu


akan dibawa ke jenjang yang lebih tinggi."

"Satu lagi yang diberi keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya


sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan serius

belajar ekonomi.

Di akhir tahun di universitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan


proyek. Mereka harus mempraktekkannya. Dan Anda hanya akan lulus

jika tim Anda (10 pelajar setiap tim) dapat keuntungan sebanyak

US$ 1 juta! Anda terperanjat? Itulah kenyataannya. "

Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan


keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara

yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati

beberapa generasi mungkin?

Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara


kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina?

Terjawab sudah mengapa agresi Israel yang biadab dari 27

Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian

anak-anak Palestina di Jalur Gaza.

Seperti yang kita ketahui, setelah lewat dua minggu, jumlah


korban tewas akibat Holocaust itu sudah mencapai lebih dari 900

orang. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.

Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani,


target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, seusai

Ramadhan 1429 Hijriah, Ismail Haniya, pemimpin Hamas, melantik

sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Qur’an.

Anak-anak yang sudah hafal 30 juz al-Qur’an ini menjadi sumber


ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam seusia muda itu mereka

sudah menguasai al-Qur’an, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan

jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran

orang-orang Yahudi.

Tidak heran jika anak Palestina menjadi para penghapal


al-Qur’an.

Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel


menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an.

Tak ada yang main playstation atau game. Namun kondisi itu

memacu mereka untuk menjadi para penghapal yang masih begitu

belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah

penghapal al-Qur’an itu telah syahid.

Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa


generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan

besok bisa jadi Indonesia. Ambil contoh tetangga kita yang

terdekat, Singapura.

Contoh yang penulis ambil sederhana saja, rokok. Benarkah


merokok dapat melahirkan generasi "goblok"? Kata goblok diambil

bukan dari penulis, tapi kata itu dari Stephen Carr Leon

sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti yang menyokong teori

ini. "Lihat saja Indonesia," katanya seperti dalam tulisan itu.

"Jika Anda ke Jakarta, dimana saja Anda berada; dari restoran,


teater, kebun bunga hingga ke museum, hidung Anda akan segera

mencium asap rokok! Dan harga rokok? Cuma 70 sen dolar!

Hasilnya! Dengan penduduk berjumlah jutaan orang, ada berapa

banyakkah universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan?

Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain

dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali

menguasai bahasa Inggris? Di tangga

berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia?


Adakah ini bukan akibat merokok? Anda pikirlah sendiri?"


Sabili Edisi No. 16 Th XVI 26 Februari


2009/1 Rabiul Awal 1430H


Dikirim pada 27 Maret 2010 di KATA-KATA BERHARGA
20 Feb


GURINDAM DUA BELAS
OLEH : RAJA ALI HAJI

PASAL YANG PERTAMA

BARANG SIAPA TIADA MEMEGANG AGAMA
SEKALI-KALI TIADA BOLEH DIBILANGKAN NAMA

BARANG SIAPA MENGENAL YANG EMPAT
MAKA IA ITULAH ORANG YANG MA’RIFAT

BARANG SIAPA MENGENAL ALLAH
SURUH DAN TEGAHNYA TIADA IA MENYALAH

BARANG SIAPA MENGENAL DIRI
MAKA TELAH MENGENAL TUHAN YANG BAHRI

BARANG SIAPA MENGENAL DUNIA
TAHULAH IA BARANG YANG TEPERDAYA

BARANG SIAPA MENGENAL AKHIRAT
TAHULAH IA DUNIA MUDHARAT


PASAL YANG KEDUA

BARANG SIAPA MENGENAL YANG TERSEBUT
TAHULAH IA MAKNA TAKUT

BARANG SIAPA MENINGGALKAN SEMBAHYANG
SEPERTI RUMAH TIADA BERTIANG

BARANG SIAPA MENINGGALKAN PUASA
TIDAKLAH MENDAPAT DUA TERMASA

BARANG SIAPA MENINGGALKAN ZAKAT
TIADALAH HARTANYA BEROLEH BERKAT

BARANG SIAPA MENINGGALKAN HAJI
TIADALAH IA MENYEMPURNAKAN JANJI


PASAL YANG KE TIGA

APABILA TERPELIHARA MATA
SEDIKITLAH CITA-CITA

APABILA TERPELIHARA KUPING
KHABAR YANG JAHAT TIADALAH DAMPING

APABILA TERPELIHARA LIDAH
NISCAYA DAPAT DARIPADANYA FAEDAH

BERSUNGGUH-SUNGGUH ENGKAU MEMELIHARAKAN TANGAN
DARIPADA SEGALA BERAT DAN RINGAN

APABILA PERUT TERLALU PENUH
KELUARLAH FI’IL YANG TIADA SENONOH

ANGGOTA TENGAH HARUSLAH INGAT
DI SITULAH BANYAK ORANG HILANG SEMANGAT

HENDAKLAH PELIHARAKAN KAKI
DARIPADA BERJALAN YANG MEMBAWA RUGI


PASAL YANG KE EMPAT

HATI ITU KERAJAAN DI DALAM TUBUH
JIKALAU ZALIM SEGALA ANGGOTA PUN ROBOH

APABILA DENGKI SUDAH BERTANAH
DATANGLAH DARIPADANYA BEBERAPA ANAK PANAH

MENGUMPAT DAN MEMUJI HENDAKLAH PIKIR
DI SITULAH BANYAK ORANG TERGELINCIR

PEKERJAAN MARAH JANGAN DIBELA
NANTI HILANG AKAL DI KEPALA

JIKA SEDIKITPUN BERBUAT BOHONG
BOLEH DIUMPAMAKAN MULUTNYA ITU PEKONG

TANDA ORANG YANG AMAT CELAKA
AIB DIRINYA TIADA IA SANGKA

BAKHIL JANGAN DIBERI SINGGAH
ITULAH PERAMPOK YANG AMAT GAGAH

BARANG SIAPA YANG SUDAH BESAR
JANGAN KELAKUANYA MEMBUAT KASAR

BARANG SIAPA PERKATAAN KOTOR
MULUTNYA ITU UMPAMA KETOR

DIMANA TAHU SALAH DIRI
JIKA TIDAK ORANG LAIN YANG BERPERI

PEKERJAAN TA’BUR JANGAN DIREPIH
SEBELUM MATI DIDAPAT JUGA SEPIH


PASAL YANG KE LIMA

JIKA HENDAK MENGENAL ORANG YANG BERBANGSA
LIHAT KEPADA BUDI BAHASA

JIKA HENDAK MENGENAL OARANG YANG BERBAHAGIA
SANGAT MEMELIHARA YANG SIA-SIA

JIKA HENDAK MENGENAL ORANG YANG MULIA
LIHAT KEPADA KELAKUAN DIA

JIKA HENDAK MELIHAT ORANG BERILMU
BERTANYA DAN BELAJAR TIADALAH JEMU

JIKA HENDAK MELIHAT ORANG YANG BERAKAL
DI DALAM DUNIA MENGAMBIL BEKAL

BARANG SIAPA MENGENAL ORANG YANG BAIK PERANGAI
LIHAT PADA KETIKA BERCAMPUR DENGAN ORANG RAMAI


PASAL YANG KE ENAM

CAHARI OLEHMU AKAN SAHABAT
YANG BOLEH DI JADIKAN OBAT

CAHARI OLEHMU AKAN GURU
YANG BOLEH TAHUKAN TIAP SETERU

CAHARI OELHMU AKAN ISTERI
YANG BOLEH MENYERAHKAN DIRI

CAHARI OLEHMU AKAN KAWAN
PILIH SEGALA ORANG YANG SETIAWAN

CAHARI OLEHMU AKAN ABDI
YANG ADA BAIK SEDIKIT BUDI


PASAL YANG KE TUJUH

APABILA BANYAK BERKATA-KATA
DI SITULAH JALAN MASUK DUSTA

APABILA BANYAK BERLEBIH-LEBIHAN SUKA
ITULAH TANDA HAMPIRKAN DUKA

APABILA KITA KURANG SIASAT
ITULAH TANDA PEKERJAAN HENDAK SESAT

APABILA ANAK TIDAK DILATIH
JIKA BESAR BAPANYA LETIH

APABILA BANYAK MENCELA ORANG
ITULAH TANDA DIRINYA KURANG

APABILA ORANG YANG BANYAK TIDUR
SIA-SIA SAHAJALAH UMUR

APABILA MENDENGAR AKAN KHABAR
MENERIMANYA ITU HENDAKLAH SABAR

APABILA MENDENGAR AKAN ADUAN
MEMBICARAKANYA ITU HENDAKLAH CEMBURUAN

APABILA PERKATAAN YANG LEMAH LEMBUT
LEKASLAH SEGALA ORANG MENGIKUT

APABILA PERKATAAN YANG AMAT KASAR
LEKASLAH SEKALIAN ORANG GUSAR

APABILA PEKERJAAN YANG AMAT BENAR
TIDAK BOLEH ORANG BERBUAT ONAR


PASAL YANG KE DELAPAN

BARANG SIAPA KHIANAT AKAN DIRINYA
APALAGI PADA LAINYA

KEPADA DIRINYA IA ANIAYA
ORANG ITU JANGAN ENGKAU PERCAYA

LIDAH YANG SUKA MEMBENARKAN DIRINYA
DARIPADA YANG YANG DAPAT KESALAHANYA

DARIPADA MEMUJI DIRI HENDAKLAH SABAR
BIAR DARIPADA ORANG LAIN DATANGNYA KHABAR

ORANG YANG SUKA MENAMPAKKAN JASA
SETENGAH DARI SYARIK MENGAKU KUASA

KEJAHATAN DIRI SEMBUNYIKAN
KEBAIKAN DIRI DIAMKAN

KEAIBAN ORANG JANGAN DI BUKA
KEAIBAN DIRI HENDAKLAH SANGAKA


PASAL YANG KE SEMBILAN

TAHU PEKERJAAN TAK BAIK TETAP DIKERJAKAN
BUKANYA MANUSIA YAITULAH SYAITAN

KEJAHATAN SEOARANG PEREMPUAN TUA
ITULAH IBLIS PUNYA PENGGAWA

KEPADA SEGALA HAMBA-HAMBA RAJA
DI SITULAH SYAITAN TEMPATNYA MANJA

KEBANYAKAN ORANG YANG MUDA-MUDA
DISITULAH SYAITAN TEMPAT BERGODA

PERKUMPULAN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN
DISITULAH SYAITAN PUNYA JAMUAN

ADAPUN ORANG TUA YANG HEMAT
SYAITAN TIDAK SUKA MEMBUAT SAHABAT

JIKA ORANG MUDA KUAT BERGURU
DENGAN SYAITAN JADI SETERU


PASAL YANG KE SEPULUH

DENGAN BAPA JANGAN DURHAKA
SUPAYA ALLAH TIDAK MURKA

DENGAN IBU HENDAKLAH HORMAT
SUPAYA BADAN DAPAT SELAMAT

DENGAN ANAK JANGALAH LALAI
SUPAYA BOLEH NAIK KETENGAH BALAI

DENGAN ISTERI DAN GUNDIK JANGANLAH ALPA
SUPAYA KEMALUAN JANGAN MENERPA

DENGAN KAWAN HENDAKLAH ADIL
SUPAYA TANGAN JADI KAPIL


PASAL YANG KE SEBELAS

HENDAKLAH BERJASA
KEPADA YANG SEBANGSA

HENDAKLAH JADI KEPALA
BUANG PERANGAI YANG CELA

HENDAKLAH MEMEGANG AMANAT
BUANGLAH KHIANAT

HENDAK MARAH
DAHULUKAN HUJAH

HENDAKLAH DIMALUI
JANGAN DILALUI

HENDAK RAMAI
MURAHKAN PERANGAI


PASAL YANG KE DUA BELAS

RAJA MUFAKAT DENGAN MENTERI
SEPERTI KEBUN BERPAGARKAN DURI

BETUL HATI KEPADA RAJA
SANDA JADI SEBARANG KERJA

HUKUM ADIL ATAS RAKYAT
TANDA RAJA BEROLEH INAYAT

KASIHKAN ORANG YANG BERILMU
TANDA RAHMAT AKAN DIRIMU

HORMAT AKAN ORANG YANG PANDAI
TANDA MENGENAL KASA DAN CINDAI

INGATKAN DIRINYA MATI
ITULAH ASAL BERBUATA BAKTI

AKHIRAT ITU TERLALU NYATA
KEPADA HATI YANG TIDAK BUTA


Dikirim pada 20 Februari 2010 di KATA-KATA BERHARGA

Antara Nasyid dan Al-qur’an


Tak ada syair yang seindah Al Qur’an karena ia dibuat dengan kalam ALLAH swt. Seindah apapun bait kata dalam nasyid yang ditujukan untuk menggugah ghirah seorang muslim, namun sungguh tak dapat menyaingi ghirah yang ditimbulkan karena melantunkan ayat-ayat ALLAH..., Al-Qur’an.

Di zaman ini..,begitu banyak nasyid yang didendangkan oleh kaum muslimin. Dari nasyid perjuangan, cinta illahi hingga samara. Dari nasyid yang bermusik bombastis hingga hanya syairnya saja. Semua itu ditujukan untuk menghibur hati… namun sudah seharusnya bagi orang-orang beriman.., hiburan tertinggi untuk mereka adalah Al Qur’an karena Al Qur’an dapat menjadi penawar bagi hati yang sedang sakit.

“Dan, Kami turunkan Al Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. “ (QS.Al Isra : 82 )

Nasyid digunakan sebagai alat untuk berda’wah dan juga hiburan. Tidak ada salahnya bernasyid, namun terkadang kita terlalu berlebihan dalam bernasyid. Lihatlah…, mengapakah hafalan nasyid kita lebih banyak dari hafalan Al Qur’an? Mengapakah intensitas mendengar nasyid kita lebih banyak ketimbang mendengar Al Qur’an? Kita sering menyanyikan nasyid…namun sedikit sekali melantunkan Al Qur’an.

Kita dapat dengan bangga menyanyikan nasyid “ Tekad” dari Izzis, misalnya, namun jarang dengan ghirah tinggi melantunkan surat Al Anfal. Kita sering dapat menitikkan air mata dan tertegun bila mendengar nasyid bernada sendu seperti “ Taubat” dari Ar Royyan, namun jarang sekali kita menitikkan air mata kala melantunkan QS. Al Baqarah: 284-286…

Ya Rabbi.. ampunilah kami jika kami bersalah dan tidak tergetar hati kami ketika di sebut asma-MU…

Astaghfirullah…

pengirimi : jundullah


Dikirim pada 30 November 2009 di KATA-KATA BERHARGA
Awal « 1 2 3 » Akhir


connect with ABATASA