0
30 Jul

Pernah Nggak
Penulis: Agus Sujarwo

Pernah Ngak
Kita bayangkan
Jika kita nggak punya teman
Perkumpulan reuni smu delapan kota kembang
Perkumpulan reuni smp satu kota hantu
Perkumpulan reuni sd tiga kota sandiwara
Ikatan pengurus yang semakin dibelenggu oleh urusan
Ikatan pengelola yang semakin dikelola oleh dunia
Ikatan motor besar-besar
Ikatan motor kecil-kecil
Scooter Owner’s Group Jakarta
Bahagianya kita punya banyak teman
Senangnya tiap akhir bulan kita bisa berutang
Asalkan jangan jadi kebiasaan
Senangnya tiap tahun kita saling perjamuan
Asalkan jangan terus-terusan
Nikmatnya tiap lebaran kita saling berkunjungan
Tuk sekadar bermaaf-maafan atau
Cuma pengen ngabisin cokelat di meja makan
Tapi memang enak kok kita punya banyak teman
Cuma yang paling sulit
Adalah menjaga hubungan
Agar jangan sampai bersinggungan
Jangan sampai terluka perasaan
Jangan sampai menguruskan kantung uang
Cuma yang paling sulit
Menyemikan citra bahwa kita memang layak dibanggakan
Bahwa kita memang teman yang paling dipercayakan
Pada setiap curahan air mata yang ia berikan
Pada setiap kesusahan yang ia bagikan
Dan pada setiap kenikmatan yang ia kabarkan
Cuma yang paling sulit
Menjaga agar kita selalu bersama dalam setiap aral yang melintang
Menjaga agar kita selalu bersama dalam setiap hujan yang menghadang
Menjaga agar kita selalu bersama dalam setiap terik yang memekik
Sahabat
Bersyukurlah karena kita punya teman
Jika tidak
Maka
Pada siapa surat itu kautujukan
Pada siapa cuap-cuap itu kausampaikan
Pada siapa langkah kaki itu kauayunkan
Pada siapa jemari manis itu kaulambaikan
Pada siapa senyum manis itu kau sunggingkan
Pada siapa tatapan mata itu kauhadapkan
Pada siapa telinga itu kauperdengarkan
Pada siapa sebagian harta itu kaudermakan
Pada siapa engkau bicara (sendirian)
Kepada setan?
Ah, aku tidak berharap demikian
Kita kumandangkan azan, lalu kita shalat sendirian
Kita serukan Islam, dan kita dengarkan sendirian
Kita dianugerahi mulut dan ia butuh didengarkan
Kita dianugerahi telinga dan ia butuh nasihat teman
Kita dianugerahi hati dan ia butuh siraman hujan
Kita selalu kesepian
Kita selalu dirundung kegelisahan
Kita selalu dilanda kesedihan
Dan alangkah indahnya
Jika
Teman kita itu adalah
Yang selalu temani kita dalam cahaya maupun kegelapan
Yang selalu temani kita dalam nikmat maupun ujian
Yang selalu temani kita dalam sarapan
Yang selalu temani kita dalam kedamaian
Teman bersama dalam menggapai kenikmatan iman
Teman yang kekal dalam menyempurnakan ketakwaaan
(duh mau nyebut istri aja muter-muter kebingungan)
Ya udah istri.
Sahabat
Tapi
Teman yang kekal
Adalah teman sepemikiran
Teman seperjuangan
Teman satu tujuan
Dalam membumikan risalah Tuhan
Carilah ia mulai sekarang
Meski ia tidak dihinggapi kekayaan
Meski ia tidak dihinggapi ketampanan
Meski ia tidak dihinggapi jabatan
Asalkan keimanan ada dalam genggaman
Utamakan tujuan
Prioritaskan masalah keumatan
Dan terus bersama dalam perjuangan
Sampai ajal menjemput di hadapan
Dan kamu akan rasakan
Bahwa kamu benar-benar mendapat keuntungan
Dari sebuah perdagangan yang diridai Tuhan

Palmerah Bumi Allah Syaban 1424 H


Dikirim pada 30 Juli 2009 di SASTRA

KISAH YANG MUNGKIN NYATA
Kisah ini mungkin pernah terjadi. di alami oleh keluarga kita, tetangga kita, maupun teman-teman kita yang kini telah tiada.
Seperti biasa, setelah pulang dari kantor dan tiba di rumah, aku terus duduk istirahat disofa sambil melepas penat. Sepertinya aku sangat malas untuk membersihkan diri dan menunaikan solat. Sementara anak2 & isteri sedang berkumpul diruang tengah.
Dalam keletihan tadi, aku disegarkan dengan adanya angin dingin sepoi2 yang menghembus tepat di muka ku. Selang beberapa lama seorang yang tak tampak mukanya berjubah putih dengan tongkat ditangannya tiba2 sudah berdiri di depan mata.
Aku sangat terkejut dengan kedatangannya yang tiba2 itu. Sebelum sempat bertanya.. siapa dia.. tiba2 aku merasa dada ku sesak, sukar untuk bernafas. Namun aku berusaha untuk tetap menghirup udara seperti biasa. Yang aku rasakan waktu itu ada sesuatu yang berjalan pelan2 dari dadaku.. terus berjalan.. ke kerongkongku sakittt & sakit.. rasanya.
Keluar airmataku menahan rasa sakitnya,Oh Tuhan apa yang telah terjadi pd diriku.. Dalam keadaan yang masih sukar bernafas tadi, benda tadi terus memaksa untuk keluar dari tubuhku & kkhh khhhh.. kerongkonganku berbunyi. Sakit rasanya, amat teramat sakit.. Seolah tak mampu aku menahan benda tadi; Badanku gementar; peluh keringat meluncur deras mataku terbelalak air mataku seolah tak berhenti. Tangan & kakiku kejang2 sedetik setelah benda itu meninggalkan aku. Aku melihat benda tadi dibawa oleh lelaki misteri itu pergi; berlalu begitu saja. hilang dari pandangan.
Namun setelah itu aku merasa aku jauh lebih ringan, sehat, segar, cerah tidak seperti biasanya. Aku heran isteri & anak2ku yang sedari tadi ada diruang tengah, tiba2 terkejut berhamburan ke arahku.. Di situ aku melihat ada seseorang yang terbujur kaku ada tepat di atas sofa yang kududuki tadi. Badannya dingin kulitnya membiru. Siapa dia??? Mengapa anak2 isteriku memeluknya sambil menangis & mereka menjerit, histeris terlebih isteriku
seolah tak mau melepaskan orang yang terbujur tadi Siapa dia??? Betapa terkejutnya aku ketika wajahnya dibalikkan. Dia dia dia mirip dengan aku ada apa ini Tuhan???
Aku cuba menarik tangan isteriku tapi tak mampu.. Aku cuba pula untuk merangkul anak2 ku tapi tak berjaya. Aku coba jelaskan kalau itu bukan aku. Aku cuba jelaskan kalau aku ada di sini.. Aku mulai berteriak.. tapi mereka seolah tak mendengarkan aku. Seolah mereka tak melihatku Dan mereka terus-menerus menangis. aku sadar.. aku sadar bahawa lelaki yang misteri tadi telah membawa rohku. Aku telah mati, aku telah mati. Aku telah meninggalkan mereka .. tak kuasa aku menangis; berteriak Aku tak kuat melihat mereka menangisi mayatku. Aku sangat sedih.. selama hidupku belum banyak yang kulakukan untuk membahagiakan mereka. Belum banyak yang telah kulakukan untuk membimbing mereka. Tapi waktuku telah habis masaku telah terlewat aku sudah dikembalikan pada saat aku terduduk di sofa setelah penat seharian bekerja. Sungguh, bila aku tahu aku akan mati, aku akan membagi waktu bila harus bekerja, beribadah, untuk keluarga dll.
Aku menyesal aku terlambat untuk menyadarinya. Aku mati dalam keadaan belum sholat. Oh Tuhan, JIKA Engkau inginkan keadaanku masih hidup dan masih bisa membaca E-mail ini sungguh aku amat sangat bahagia. seandainya aku tahu nyawaku akan di cabut hari ini takkan mungkin aku menunda salatku, aku akan selalu berusaha menunaikan kewajibanku tepat waktu. andaikan saja aku MASIH mempunyai waktu untuk bersimpuh, mengakui segala dosa & kesalahanku, berbuat kebaikan sampai maut menjemputku kelak, sehingga aku telah berada pada keadaan yang lebih bersedia.
Sebarkan dakwah ini kepada orang terdekat anda, dan mintalah mereka untuk melakukan hal yang sama. Ini bukan surat ancaman berantai. Yang jelas jika anda tidak menyebarkan dakwah ini, maka anda telah menyia2kan kesempatan untuk saling menasihati dalam kebenaran dan beramal salih. Jika anda lakukan dengan ikhlas insya-Allah anda akan menuai kebaikan.

Mari berlumba dalam kebaikan.

Sesungguhnya Allah Tidak Dapat Mengubah Nasib Sesuatu Kaum Itu, Melainkan Mereka Sendiri Yang Mengubah Diri Mereka .
semoga hal ini tidak akan terjadi pada disri kita, keluarga kita, tetangga kita, saudara2 kita dan orang2 yang kita cintai.



Dikirim pada 11 Juli 2009 di SASTRA
22 Jun

BUNGA-BUNGA KEHIDUPAN
1. Kenapa aku di uji ?
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?
Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.(Al-ankabuut ayat 2-3).
2. Mengapa aku tidak mendapatkan yang aku idam-idamkan ?
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.(Al-baqoroh ayat 216).
3. Mengapa ujian yang ku hadapi seberat ini ?
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo’a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami. ampunilah kami. dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."
(Al-baqoroh ayat 286)
4. Rasa keputus asaan
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.(Ali-imran ayat 139).
5. Bagaimana aku harus menghadapi ujian ini ?
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.(Ali-imran ayat 200).
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,(Al-baqoroh ayat 45).
6. Apa yang ku dapatkan dari ujian ini ?
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah. lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.( At-taubah ayat 111).
7. Aku sudah tidak kuat menanggung ujian ini ?
Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".( Yusuf ayat 87).

Cat: Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa) . Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.( An-nisaa ayat 86)

Dikirim pada 22 Juni 2009 di SASTRA

Untuk Ukhti Tersayang
Penulis: Nur Najmah (pu_tik@eudoramail.com)


Dear Ukhti...
apa kabar imanmu hari ini
semoga selalu menapak maju
apa kabar hatimu hari ini
semoga selalu bersih dari debu juga kelabu
apa kabar cintamu hari ini
semoga selalu berpeluh rindu pada Nya...
Ukhti..
sungguh indah hidup setelah menikah
apa yang sebelumnya haram menjadi halal
semua perbuatannya mendapat pahala yang berlimpah di sisiNya
suka duka dilalui berdua
senang sedih ada yang menemani
tawa tangis pun bersama
Ukhti..
menikah adalah setengah dien
dan ia menggenapkan dien menjadi satu
sungguh, menikah seperti melihat dunia lain yang tiada pernah
dikunjungi sebelumnya
apa yang tidak bisa dilihat sebelum menikah kini tidak lagi
seakan membuka mata kanan yang sebelumnya belum pernah dibuka
begitu luas, begitu indah, hingga Rasul pun menyunnahkan suatu
pernikahan ini
"bukan termasuk ummatku, jika ia berkeinginan tidak menikah..."
Ukhti..
menikah adalah keputusan besar dari suatu perjanjian berat
pernah ada yang berkata..
"saat akad diucapkan Arsy tertinggi berguncang karena suatu perjanjian
berat diucapkan, karena itu saat akad terjadi ada tangis disana..tangis
suka, tangis duka..."
Allah menjadi saksi karena Dia Yang Maha Melihat lagi Menatap
dan setiap undangan yang datang akan mendoakan pernikahan ini
Ukhti..yang sedang menanti "terkasih"
nanti-lah dengan sabar
sungguh, Allah Maha Tau yang terbaik untuk dirimu
siapkan dirimu, hatimu..
sangat mudah bagiNya memberikan "terkasih" untukmu ataupun tidak
berharap dan mintalah padaNya..
pemilik alam raya dan pencipta "terkasih"mu
Ukhti..yang sedang menjelang akad
berdoa-lah selalu padaNya
penentu segalaNya...
mohon petunjukNya jika "terkasih" adalah yang terbaik untukmu
kemudahan, juga kelancaran dalam peristiwa besar nanti
sungguh, Allah Maha Tau yang terbaik untuk dirimu..
siapkan dirimu, hatimu..
Ukhti..yang telah menikah
jagalah nikmatNya yang besar ini
hanya dengan izinNya dirimu dan "terkasih"mu bersatu, tiada yang lain
jadilah penyejuk hati dan pandangannya..
menjadi istri sholehah dambaan..
Ukhti..
bahagiamu adalah bahagiaku
sedihmu juga sedihku
tawamu, tawaku juga
tangismu adalah tangisku
semoga Allah Yang Maha Indah,
memudahkan langkah ini..
memberikan yang terbaik menurutNya
dan menjadikan wanita dan istri juga ibu sholehah

=ukhti..miss U=






Dikirim pada 21 Juni 2009 di SASTRA
Awal « 1 2 » Akhir


connect with ABATASA