0
19 Jul


Paulus F. Tengker Bermimpi : Yesus VS Nabi Isa
Tanggal : 22/12/2005

Kisah nyata di bawah ini dari seorang mantan Pendeta Muda bernama Paulus F. Tengker sebagai bahan perenungan bagi kita umat Islam.

A. Mengapa saya masuk Islam?

Keterkaitan saya kepada Islam bukan dari buku-buku yg saya baca, karena buku-buku itu tak pernah saya baca dengan sepenuh hati dan sampai tuntas, saya hanya mencari poin-poin tertentu saja. Saya masuk Islam bukan setelah bertemu atau berdiskusi dengan orang Islam, karena saya selalu menganggap dan diajarkan bahwa orang-orang Islam itu sebagai orang-orang yang hina, kotor, bodoh dan terkebelakang.

Ajaran Islam dinyatakan sebagai ajaran sesat dan umat kalau tidak kita hinakan harus kita insyafkan. Hal-hal inilah yang tertanam dalam benak saya sejak kecil hingga dewasa ini. Saya masuk Islam justru setelah mengalami suatu mimpi yang luar biasa dan beberapa kejadian keesokan harinya, yang akhirnya merubah jalan hidup saya menuju kebenaran sejati.


B. Bermimpi Yesus VS Isa AS.

Bermula pada malam jum?at tanggal 11 January 2001 yang lalu, saya bermimpi sedang bedo?a di hadapan gambar Yesus di suatu gereja yang megah, lalu datanglah Tuhan Yesus menemui saya dengan senyum-Nya yang agung! Saya bahagia sekali, ini adalah mukjizat bagi saya.

Saya pun memandang Tuhan Yesus dari ujung rambut, sungguh mirip sekali bahkan lebih agung dibandingkan foto dan gambar Tuhan Yesus yang saya miliki. Tetapi sesaat kemudian datang menghampiri kami seorang pria berwajah Arab Palestina mirip Yahudi atau Israel.

Dia berkata: ?Kalian ini siapa??
Saya menjawab: ?Saya seorang domba yang sedang bertemu Tuhannya!?.
Orang Yahudi tersebut bertanya: ?Mana Tuhannya??.
Tuhan Yesus menyela: ?Akulah Tuhan Yesus. Juru Selamat Umat Manusia dan Dunia, siapa engkau wahai pria asing??.
Pria Yahudi itu berkata: ?Akulah Isa Al Masih dan Engkau bukanlah diriku!?.
Saya menyela: Wahai engkau orang Yahudi ataukah Arab, janganlah kamu berbuat begitu dengan Tuhanku!?
Pria Yahudi itu berkata: ?Kalau begitu buktikanlah bahwa kamu adalah Yesus atau Isa as sebenarnya.
Tuhan yesus berkata: ?Engkau akan kujadikan domba hina karena telah menghina Tuhanmu!?

Lalu Tuhan Yesus memejamkan mata dan sungguh ajaib! Dari tangannya keluar mukjizat besar api dan dia menyemburkan api tersebut kepada pria Yahudi tersebut.

Pikir saya, pria Yahudi itu akan binasa karena telah berani menghina Tuhan Yesus saya. Namun keajaiban kedua terjadi, ternyata pria Yahudi yang mengaku Isa as itu tidak apa-apa dan malah tersenyum, bahkan kemudian api itu malah menyembur kepada Tuhan Yesus, lalu Tuhan Yesus menjerit kesakitan dan berubah wujudnya.

Kedua telinganya memanjang dan dari mulutnya keluar gigi taring dan dari belakang tubuhnya keluar ekor, wajahnyapun berubah mengerikan. lalu salah satu tangannya mendadak memegang sebuah tombak seperti garpu!... Tuhan Yesus yang saya lihat dalam mimpi itu berubah menjadi Iblis!!! Yesus yang telah berubah wujud menjadi Iblis itu lari terbirit-birit. Gereja megah tempat saya berdoa tiba-tiba menghilang menjadi gurun tandus.

Saya kaget dan tidak percaya dengan kejadian ini. Kemudian saya bertanya kepada pria Yahudi tersebut. Ia menjawab bahwa Ia adalah Isa Al-Masih, hamba Allah, Rasul Allah yang ke-24.

Saya berkata lagi kepadanya, bukankah engkau sudah mati di kayu salib dan berkorban demi menebus dosa umat manusia ??

Nabi Isa AS menyatakan kepada saya bahwa bukan seperti itu kejadiannya. Jadi selama ini saya telah terpedaya iblis. Saya berkata lagi, jadi iblis tadi itu ?. jadi selama ini ?????.

Nabi Isa AS kemudian menukas, sudahlah maukah engkau saya tunjukkan kebenaran Ilahi sejati? Tetapi siapkah engkau berkorban banyak; engkau akan kehilangan pekerjaan, hidup miskin, kehilangan teman dan dibenci banyak orang? Saya mengangguk bersedia.

Kemudian pria Yahudi itu mengucapkan salamnya sebagaimana salam orang Islam lalu pergi .

Saya terbangun, saya pikir ini hanyalah mimpi. Tetapi kemudian saya merenungi apa makna mimpi itu? Kemudian saya buka-buka buku Islam yang saya miliki. Tiba-tiba saja saya menemukan banyak hal yang belum saya temui. Tapi saya belum yakin benar.


C. Diskusi dengan Ustadz

Ketika hendak pergi ke sekretariat gereja, mendadak mobil saya mogok di depan sebuah masjid, saya kaget, mengapa mobil saya tiba-tiba mogok di depan masjid? Saat saya tidak mengerti hal itu, tiba-tiba datang seorang pria yang menghardik saya dan meminta dompet dan HP saya. Saya kaget dan takut. Lalu saya berlari ke dalam masjid tersebut. Setelah itu saya tidak tahu apa-apa lagi (Jatuh Pingsan).

Menurut bapak pengurus masjid itu saya baru saja pingsan. Kemudian saya pulang dan tidak jadi ke gereja. Tiga jam kemudian saya balik lagi ke masjid tersebut. Saya lalu ikut pengajian yang di pimpin bapak tua itu. Disaksikan banyak jamaah saya berdiskusi dgn bapak tua itu.

Ternyata diskusi berlanjut hingga seminggu lamanya mengenai Islam dan Kristen. Dari diskusi itu saya baru mengetahui bahwa kitab suci saya telah mengalami perubahan dan revisi.

Kemudian saya berdiskusi dengan teman-teman se-gereja, mereka kaget dengan perubahan sikap saya, mereka malah menyatakan saya telah kena guna-guna dan roh jahat dari guru ngaji dan buku-buku islam yang saya miliki. Oleh karena itu mereka kemudian melakukan upacara pengusiran roh jahat dari rumah dinas saya, sikap mereka sanagat kontras dengan sikap bapak tua dan jamahnya.


D. Saya Memeluk Islam

Dengan peristiwa ini, saya yakin bahwa agama saya ini sesat. Dan saya harus segera mengambil keputusan. Akhirnya melalui pertimbangan yang matang dan menimbang segala resikonya, saya mantapkan diri untuk masuk Islam pada tanggl 21 Januari 2001 jam 10.00. saya berikrar mengucapkan dua kalimat syahadat. Saya mengganti nama menjadi Rachmad Hidayat .

Keputusan saya ternyata mendapat pertentangan. Orang tua saya murka dan saya tidak diakui sebagai anak lagi oleh mereka. Semua fasilitas gereja saya kembalikan. Tapi oleh gereja saya dinyatakan sebagai pencuri inventaris dan dilaporkan ke polisi.

Saya kemudian mendapat bimbingan dari Bapak tua yang ternyata adalah seorang ustadz dan ketua masjid. Saya terus belajar Islam. Untuk biaya hidup saya kemudian berusaha kecil-kecilan. Saya bahagia dalam keislaman saya, walau hidup pas-pasan.






Dikirim pada 19 Juli 2009 di BERITA MUALAF
20 Jun

Ali Selman Benoist (Perancis)
Doktor ilmu kesehatan

Saya adalah seorang Doktor dalam ilmu kesehatan, berasal dari keluarga Perancis Katolik. Pekerjaan yang saya pilih ini telah menyebabkan saya terpengaruh oleh corak kebudayaan ilmiah yang tidak banyak memberikan kesempatan dalam bidang kerohanian. Ini tidak berarti bahwa saya tidak percaya atas adanya Tuhan. Yang saya maksud ialah karena dogma-dogma dan peribadatan Kristen, khususnya Katolik, tidak membangkitkan pengertian dalam jiwa saya atas adanya Tuhan. Karena itulah maka naluri saya atas Esanya Tuhan Allah telah menjadi penghalang antara diri saya dan kepercayaan Trinitas, dan dengan sendirinya juga atas ketuhanan Yesus Kristus.
Sebelum saya memeluk agama Islam, saya telah percaya atas kebenaran kalimat syahadat pertama yang berbunyi ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH dan ayat-ayat Al-Qur’an Surat Al-Ikhlas yang berbunyi:
Katakanlah: Dia itu Allah adalah Satu (Esa); Allah adalah Pelindung. Dia tidak melahirkan anak dan tidak pula dilahirkan sebagai anak, dan tidak ada sesuatu yang menyerupai Dia. -- Al-Ikhlash 1-4.
Dengan demikian, maka saya menganggap bahwa percaya kepada alam gaib dan segala yang ada di belakang kebendaan (metafisika) itulah yang menyebabkan saya memeluk agama Islam, disamping lain-lain sebab yang membuat saya berbuat demikian. Saya tidak bisa menerima pengakuan para pendeta Katolik yang mengatakan bahwa salah satu kekuasaan mereka ialah "mengampuni dosa manusia" sebagai wakil Tuhan. Dan saya secara mutlak tidak percaya atas dogma Katolik tentang "makan malam ketuhanan",(rite of communion) dan "roti suci" yang melambangkan jasad Yesus. Dogma ini menyerupai kepercayaan rakyat-rakyat pada abad primitif yang membuat lambang-lambang suci yang tidak boleh didekati orang. Kemudian bilamana badan lambang ini sudah mati, jiwanya mereka jadikan sebagai sumber ilham, dan jiwanya itu masuk ke dalam lingkungan mereka.
Soal yang lain lagi yang menyebabkan saya jauh dari agama Kristen, ialah ajaran-aiarannya yang sedikitpun tidak ada hubungannya dengan kebersihan badan, terutama sebelum melakukan sembahyang, sehingga saya anggap hal itu merupakan pelanggaran atas kehormatan Tuhan, karena sebagaimana Dia telah membuatkan jiwa buat kita, Dia juga telah membuatkan badan kita Dan adalah suatu kewajiban kita untuk tidak mensia-siakan badan kita.
Saya juga menilai bahwa agama Kristen itu bersikap pasif mengenai logika kehidupan jasmani kemanusiaan, sedangkan Islam adalah satu-satunya agama yang memperhatikan alam kemanusiaan.
Adapun titik berat dan sebab pokok saya memeluk agama Islam ialah Al-Qur’an. Sebelum saya memeluk Islam, saya telah mempelajarinya dengan semangat kritik intelektual Barat, dan saya banyak terpengaruh oleh sebuah buku besar karangan Tuan Malik Bennabi yang bernama Addzahiratul-Qur’aniyah (atau Le Phenomene Coranique), sehingga yakinlah saya bahwa Al-Qur’an itu adalah wahyu yang diturunkan Allah. Sebahagian dari ayat-ayat Al-Qur’an yang diwahyukan lebih dari 13 abad yang lalu mengandung beberapa teori yang sekarang diketemukan oleh pembahasan ilmiah yang paling modern. Hal itu sudah cukup nienyebabkan saya menjadi yakin dan percaya (Iman) kepada Syahadat bagian kedua: MUHAMMADUR RASULULLAH.
Begitulah, maka pada tanggal 30 Pebruari 1953, saya datang ke Mesjid di Paris untuk memberitahukan keimanan saya kepada Islam, dan Mufti Masjid Paris memasukkan saya dalam daftar kaum Muslimin, dan saya menerima nama baru sebagai orang Islam : Ali Selman.
Saya merasa sangat puas dengan kepercayaan/akidah saya yang baru dan sekali lagi saya kumandangkan: ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN RASULULLAH!
Salah satu sabda Rasulullah s.a.w.:
Berpikir satu jam lebih baik dari pada beribadah 60 tahun. -- Riwayat Abu Hurairah.
Pengetahuan itu milik orang Mukmin yang hilang, di mana saja dia menemukannya, dia lebih berhak , atasnya. -- Riwayat Turmudzi.


Dikirim pada 20 Juni 2009 di BERITA MUALAF
20 Jun

Mohammad Alexander Russel Webb (Amerika Serikat)
Diplomat, Pengarang dan Wartawan
Saya telah diminta untuk menerangkan kepada anda, mengapa saya, seorang Amerika yang dilahirkan dalam sebuah negara yang secara resmi beragama Kristen, dibesarkan dalam lingkungan yang yang mewariskan atau lebih baik dikatakan menjalankan agama Kristen Orthodox sekte Presbitarian, telah memilih dan memeluk Islam sebagai pembimbing saya?
Dengan kontan saya jawab dengan penuh kesadaran dan kesungguhan, bahwa saya telah menjadikan agama ini sebagai jalan hidup saya, sebab setelah saya pelajari dalam tempo yang cukup lama, ternyata bahwa Islam adalah agama yang terbaik dan satu-satunya agama yang dapat mencukupi kebutuhan rohani ummat manusia.
Dan saya ingin menyatakan di sini, bahwa saya tidak lahir seperti anak-anak yang lain, yang memiliki semangat keagamaan. Pada waktu saya mencapai usia 20 tahun dan praktis telah dapat menguasai diri sendiri, dada saya serasa sempit melihat kebekuan Gereja yang sangat menyedihkan, sehingga saya bertekad untuk meninggalkannya untuk selama-lamanya. Untunglah bahwa waktu itu saya mempunyai cara berpikir yang mendalam. Saya selalu berusaha untuk menemukan sebab dari segala sesuatu. Ternyata bahwa tidak ada seorangpun dari kalangan para ahli pengetahuan dan ahli-ahli agama yang bisa memberikan kepada saya keterangan yang bisa dimengerti (rasional) tentang kepercayaan Gereja itu. Kedua golongan itu hanya mengatakan kepada saya bahwa persoalan ini termasuk misterius (pelik dan samar), atau dikatakan bahwa soal itu di luar kemampuan saya berpikir.
Sebelas tahun yang lalu, saya tertarik untuk mempelajari agama-agama Timur. Saya telah membaca buku-buku yang ditulis oleh Mill, Kant, Locke, Hegel, Fichte, Huxley dan lain-lain penulis ternama yang menerangkan dengan penampilan ilmu pengetahuan yang besar tentang protoplasma (unsur-unsur atom dalam pembentukan jasad makhutk yang hidup) dan monad (bagian-bagian atom dalam hewan yang hidup). Akan tetapi tidak ada seorangpun dari mereka yang bisa menerangkan kepada saya, tentang apakah jiwa/roh itu dan bagaimana atau dimana roh itu sesudah mati?
Saya telah banyak berbicara tentang diri saya, dengan maksud untuk menjelaskan bahwa saya masuk Islam bukan hasil pemikiran dan perasaan yang salah, bukan turut-turutan buta, dan bukan dorongan emosi. Akan tetapi adalah hasil penelitian dan pelajaran yang sungguh-sungguh, jujur, tekun dan bebas disertai penyelidikan serta keinginan yang sungguh-sungguh untuk mengetahui kebenaran.
Inti akidah Islam yang murni, ialah menyerahkan diri kepada kehendak Tuhan, dan tanda penjelmaannya ialah ibadat sembahyang. Islam mengajak kepada persaudaraan dan kecintaan ummat manusia sedunia, dan berbuat baik kepada sesama manusia.
Islam juga menuntut kejernihan akal, kebaikan amal/perbuatan dan kebenaran dalam kata-kata, bahkan Islam mengajak ke dalam kesucian dan kebersihan badan.
Agama ini, tidak diragukan, adalah agama yang paling mudah dan paling mampu mengangkat derajat kemanusiaan.
Tentang Pengarang : Mohammad Alexander Russel Webb
Beliau dilahirkan di Hudson, Columbia, New York dan belajar di Hudson dan New York. Beliau terkenal dengan tulisan cerita pendeknya. Kemudian beliau bekerja sebagai Pemimpin Redaksi Majalah "St. Joseph Gazette" dan "Missouri Republican." Pada tahun 1887 diangkat menjadi konsul Amerika Serikat di Manila.
Selama menjalankan tugas itulah beliau mempelajari Islam dan menggabungkan dirinya dalam lingkungan kaum muslimin.
Setelah menjadi muslim, beliau mengadakan perjalanan keliling dunia Islam, dan sampai akhir hayatnya beliau mencurahkan waktu untuk melaksanakan misi Islam, dan duduk sebagai pimpinan Islamic Propaganda Mission di Amerika Serikat.
Meninggal dunia pada awal Oktober tahun 1916.


Dikirim pada 20 Juni 2009 di BERITA MUALAF
Awal « 1 » Akhir


connect with ABATASA