0
22 Jun



Inilah 17 dalil TAK ADA NABI BARU LAGI


SETELAH NABI MUHAMMAD SAW

Assalamu’ alaikum Wr. Wb,

-----------------------------------------
1. QS AL AHZAB 40: " Bukanlah Muhammad itu bapak salah
seorang laki-laki di antara kamu tetapi dia adalah

Rasulullah dan penutup Nabi-nabi"
2. Imam Muslim dan yang lainnya meriwayatkan dari Abu
Hurairah r.a. bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Perumpamaan saya dan para Nabi sebelum saya seperti orang

yang membangun satu bangunan lalu dia membaguskan dan

membuat indah bangunan itu kecuali tempat batu yang ada di

salah satu sudut. Kemudian orang-orang mengelilinginya dan

mereka ta’juk lalu berkata: "kenapa kamu tidak taruh batu

ini.?" Nabi menjawab : Sayalah batu itu dan saya penutup

Nabi-nabi"
3. Imam Muslim juga meriwayatkan dari Jubair bin Mut’im RA
bahwa Nabi SAW bersabda: "Sesungguhnya saya mempunyai nama-nama, saya Muhammad, saya
Ahmad, saya Al-Mahi, yang mana Allah menghapuskan kekafiran
karena saya, saya Al-Hasyir yang mana manusia berkumpul di
kaki saya, saya Al-Aqib yang tidak ada Nabi setelahnya".



4. Abu Daud dan yang lain dalam hadist Thauban Al-Thawil,
bersabda Nabi Muhammad SAW
"Akan ada pada umatku 30 pendusta semuanya mengaku nabi, dan



saya penutup para Nabi dan tidak ada nabi setelahku
5. Khutbah terakhir Rasulullah ...
" ...Wahai manusia, tidak ada nabi atau rasul yang akan

datang sesudahku dan tidak ada agama baru yang akan lah
Karena itu, wahai manusia, berpikirlah dengan baik dan


pahamilah kata-kata yang kusampaikan kepadamu. Aku

tinggalkan dua hal: Al Quran dan Sunnah, contoh-contoh

dariku; dan jika kamu ikuti keduanya kamu tidak akan pernah

tersesat ..."
6. Rasulullah SAW menjelaskan: "Suku Israel dipimpim oleh
Nabi-nabi. Jika seorang Nabi meninggal dunia, seorang nab
lain meneruskannya. Tetapi tidak ada nabi yang akan datang



sesudahku; hanya para kalifah yang akan menjadi penerusku

(Bukhari, Kitab-ul-Manaqib).


7. Rasulullah SAW menegaskan: "Posisiku dalam hubungan
dengan nabi-nabi yang datang sebelumku dapat dijelaska
dengan contoh berikut: Seorang laki-laki mendirikan sebuah

bangunan dan menghiasinya dengan keindahan yang agung,

tetapi dia menyisakan sebuah lubang di sudut untuk tempa
sebuah batu yang belum dipasang. Orang-orang melihat

sekeliling bangunan tersebut dan mengagumi keindahannya
tetapi bertanya-tanya, kenapa ada sebuah batu yang hilang

dari lubang tersebut? Aku seperti batu yang hilang itu dan
aku adalah yang terakhir dalam jajaran Nabi-nabi". (Bukhari,



Kitab-ul-Manaqib).


8. Rasulullah SAW menyatakan: "Allah telah memberkati aku
dengan enam macam kebaikan yang tidak dinikmati Nabi-nabi
terdahulu: - Aku dikaruniai keahlian berbicara yang efektif



dan sempurna. - Aku diberi kemenangan kare musuh gentar
menghadapiku - Harta rampasan perang dihalalkan bagiku. -

Seluruh bumi telah dijadikan tempatku beribadah dan juga

telah menjadi alat pensuci bagiku. Dengan kata lain, dalam
agamaku, melakukan shalat tidak harus di suatu tempat



ibadah tertentu. Shalat dapat dilakukan di manapun di atas

bumi. Dan jika air tidak tersedia, ummatku diizinkan untuk

berwudhu dengan tanah (Tayammum) dan membersihkan dirinya
dengan tanah jika air untuk mandi langka. - Aku diutus Allah

untuk menyampaikan pesan suciNYA bagi seluruh dunia. - Dan

jajaran Kenabian telah mencapai akhirnya padaku (Riwayat
Muslim, Tirmidhi, Ibnu Majah)



9. Rasulullah SAW menegaskan: "Rantai Kerasulan dan Kenabian
telah sampai pada akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan

nabi sesudahku". (Tirmidhi, Kitab-ur-Rouya, Bab
Zahab-un-Nubuwwa; Musnad Ahmad; Marwiyat-Anas bin Malik).



10. Rasulullah SAW menjelaskan: "Saya Muhammad, Saya Ahmad,
Saya Pembersih dan kekafiran harus dihapuskan melalui aku;
Saya Pengumpul, Manusia harus berkumpul pada hari kiamat



yang datang sesudahku. (Dengan kata lain, Kiamat adalah

satu-satunya yang akan datang sesudahku); dan saya adalah

Yang Terakhir dalam arti tidak ada nabi yang datang
sesudahku". (Bukhari dan Muslim, Kitab-ul-Fada’il, Bab



Asmaun-Nabi; Tirmidhi, Kitab-ul-Adab, Bab Asma-un-Nabi;

Muatta’, Kitab-u-Asma-in-Nabi; Al-Mustadrak Hakim,
Kitab-ut-Tarikh, Bab Asma-un-Nabi).



11. Rasulullah SAW menjelaskan: "Allah yang Maha Kuasa tidak
mengirim seorang Nabi pun ke dunia ini yang tidak
memperingatkan ummatnya tentang kemunculan Dajjal



(Anti-Kristus, tetapi Dajjal tidak muncul dalam masa
mereka). Aku yang terakhir dalam jajaran Nabi-Nabi dan

kalian ummat terakhir yang beriman. Tidak diragukan, suatu

saat, Dajjal akan datang dari antara kamu". (Ibnu Majah,

Kitabul Fitan, Bab Dajjal).


12. Abdur Rahman bin Jubair melaporkan: "Saya mendengar
Abdullah bin ’Amr ibn-’’As menceritakan bahwa suatu hari
Rasulullah SAW keluar dari rumahnya dan bergabung dengan


mereka. Tindak-tanduknya memberi kesan seolah-olah beliau

akan meninggalkan kita. Beliau berkata: "Aku Muhammad, Nabi

Allah yang buta huruf", dan mengulangi pernyataan itu tiga

kali. Lalu beliau menegaskan: "Tidak ada lagi Nabi

sesudahku". (Musnad Ahmad, Marwiyat ’Abdullah bin �Amr

ibn-’As).


13. Rasulullah SAW berkata: " Allah tidak akan mengutus Nabi
sesudahku, tetapi hanya Mubashirat". Dikatakan, apa yang

dimaksud dengan al-Mubashirat. Beliau berkata: Visi yang

baik atau visi yang suci". (Musnad Ahmad, marwiyat Abu

Tufail, Nasa’i, Abu Dawud). (Dengan kata lain tidak ada

kemungkinan turunnya wahyu Allah di masa yang akan datang.

Paling tinggi, jika seseorang mendapat inspirasi dari Allah,

dia akan menerimanya dalam bentuk mimpi yang suci).

14. Rasulullah SAW berkata: "Jika benar seorang Nabi akan
datang sesudahku, orang itu tentunya Umar bin Khattab".

(Tirmidhi, Kitab-ul-Manaqib).

15. Rasulullah SAW berkata kepada ’Ali, "Hubunganmu denganku
ialah seperti hubungan Harun dengan Musa. Tetapi tidak ada

Nabi yang akan datang sesudahku". (Bukhari dan Muslim, Kitab

Fada’il as-Sahaba).

16. Rasulullah SAW menjelaskan: "Di antara suku Israel
sebelum kamu, benar-benar ada orang-orang yang berkomunikasi

dengan Tuhan, meskipun mereka bukanlah NabiNYA. Jika ada

satu orang di antara ummatku yang akan berkomunikasi dengan

Allah, orangnya tidak lain daripada Umar. (Bukhari,

Kitab-ul-Manaqib)

17. Rasulullah SAW berkata: "Tidak ada Nabi yang akan datang
sesudahku dan karena itu, tidak akan ada ummat lain pengikut

nabi baru apapun". (Baihaqi, Kitab-ul-Rouya; Tabrani)


Wassalam
M. Nurhuda
Date: Fri, 13 Dec 1996 15:36:34 MET
From: M. Nurhuda
To: hikmah@isnet.org


Dikirim pada 22 Juni 2010 di AGAMAKU
Awal « 1 » Akhir


connect with ABATASA